Anjing Mati Karena Malpraktik – Klinik Dilaporkan Ke Polisi
Menurut laporan PancarPOS, pemilik hewan bernama David Tjendra melaporkan dugaan malpraktik terhadap sebuah klinik hewan di wilayah Gatsu, Denpasar, setelah salah satu anjingnya, Rocket, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di klinik tersebut. Laporan lengkap dan kronologi peristiwa dapat dibaca di PancarPOS: Anjingnya Mati, Diduga Malpraktik, David Tjendra Laporkan Klinik Hewan ke Polisi.
⚖️ Kronologi Singkat Kejadian
Perawatan awal di klinik (sekilas)
- Pada 23 Mei 2025, Rocket dibawa ke klinik untuk tindakan scaling gigi. Menurut laporan, saat pemeriksaan awal oleh dokter klinik, gusi dan lidah Rocket tampak pucat sehingga diduga mengalami anemia. (sumber: PancarPOS — https://pancarpos.com/17/07/2025/anjingnya-mati-diduga-malpraktik-david-tjendra-laporkan-klinik-hewan-ke-polisi/).
- Dilakukan pemeriksaan hematologi (CBC + urinalisis). Hasil yang dilaporkan menyebutkan trombosit Rocket mencapai angka 0 sehingga dokter menilai kemungkinan gangguan ginjal dan menyarankan perubahan diet menjadi makanan renal.
Rujukan, perawatan lanjutan, dan kematian
- Pada 10 Juni 2025, karena kondisi Rocket memburuk (urine bercampur darah dan menolak makan), pemilik merujuk Rocket ke Rumah Sakit Hewan Sunset Vet untuk perawatan intensif.
- Pada 11 Juni 2025, saat pemilik menjenguk, Rocket dinyatakan meninggal di ICU. Pemilik kemudian membawa kasus ini ke jalur hukum dan menduga adanya malpraktik. (sumber: PancarPOS — https://pancarpos.com/17/07/2025/anjingnya-mati-diduga-malpraktik-david-tjendra-laporkan-klinik-hewan-ke-polisi/).
Tindakan Hukum dan Status
- David Tjendra menunjuk advokat Dr. Togar Situmorang sebagai kuasa hukum dan membuat laporan dugaan tindak pidana terkait peternakan & kesehatan hewan serta dugaan tindak pidana lain, dengan tujuan menegakkan efek jera terhadap praktik yang diduga keliru. (sumber: PancarPOS — https://pancarpos.com/17/07/2025/anjingnya-mati-diduga-malpraktik-david-tjendra-laporkan-klinik-hewan-ke-polisi/).
- Hingga saat dilaporkan oleh PancarPOS, pihak klinik belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan. Karena ini adalah proses hukum yang sedang berjalan, penting untuk menyajikan fakta sesuai laporan dan menghindari pernyataan yang menyatakan kesalahan secara final.
Implikasi & Pesan untuk Pemilik Hewan
- Pilih klinik dengan transparansi: mintalah penjelasan tertulis tentang diagnosis, rencana tindakan, dan risiko yang mungkin timbul; minta rekam medis bila diperlukan.
- Jika kondisi hewan memburuk setelah tindakan, upayakan second opinion di rumah sakit hewan terakreditasi segera.
- Dokumentasikan segala komunikasi, resep obat, dan hasil pemeriksaan — ini penting jika diperlukan langkah hukum atau mediasi.
- Gunakan informasi berimbang: berita memuat dugaan dan laporan; bukan putusan bersalah sampai proses hukum selesai.
Pesan untuk Klinik Hewan — Kenapa Sertifikasi & Standar Penting
Kasus seperti ini menekankan betapa pentingnya penerapan SOP klinis, rekam medis tertata, protokol kontrol infeksi, serta standar kompetensi tenaga medis hewan. Klinik yang menerapkan standar dan (jika tersedia) akreditasi memberi rasa aman bagi klien sekaligus mengurangi risiko sengketa hukum.
Jika klinik ingin meningkatkan kepercayaan publik dan kepatuhan standar, layanan pendampingan sertifikasi dan penilaian implementasi standar bisa membantu. Informasi cakupan layanan yang ditunjuk atau belum terakreditasi oleh LSPro IGS tersedia di: https://lsigs.com/v2/ruang-lingkup-ditunjuk-dan-belum-terakreditasi/.