sni hob Elemen

SNI HOB Element LSPro IGS adalah lembaga sertifikasi Produk yang memiliki kompetensi untuk mengeluarkan sertifikat terkait kesesuaian kualitas produk sesuai dengan standard SNI yang berlaku. Termasuk yaitu SNI Hob dengan Nomor SNI 7859:2013, SNI IEC 60335-2-36:2010

Butuh Pembuatan SNI Hob Element Hubungi Kami LSPro IGS – Lembaga sertifikasi produk terbaik

Apa maksud built in hob pada kompor tanam

Ketertarikan masyarakat atas kompor gas tanam semakin meningkat, sedari ibu rumah tangga hingga para pelaku usaha terutama rumah makan maupun restoran. Bagaimana bisa tidak, built in hob memberikan kesempurnaan dalam memasak. Interior dapur jadi semakin mewah dan aktifitas di dapur tak lagi membosankan.

Desain yang elegan dan berkelas dari kompor tanam memang tak diragukan lagi. Modelnya pun bervariasi yakni kompor tanam induksi dan kompor tanam dengan gas. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Lalu, apa sajakah itu? Cek berikut:
 

Kelebihan Kompor Tanam Induksi Sama-sama kompor gas yang ditanamkan pada meja dapur, tetapi kompor tanam induksi tak memerlukan tabung gas dan seperangkatnya seperti regulator dan selang kompor untuk bisa menyala. Melainkan memakai tenaga listrik. Dengan model tersebut, terdapat beberapa kelebihan kompor tanam induksi seperti:

  • Desain ramping, mewah dan flat
  • Terminimalisir dari resiko ledakan gas, karena tak memakai bahan bakar berupa gas
  • Fitur lebih lengkap
  • Variasi ada banyak.

Kekurangan Kompor Gas Tanam Dengan Tabung Gas Selain dari sisi istimewa, terdapat pula sisi kebalikan dari kompor tanam. Begitu pun dengan kekurangan kompor gas tanam dengan LPG berikut:

  • Harga yang relative mahal, dengan nominal jutaan rupiah
  • Meja kompor gas yang dipilih harus terbuat dari material tertentu, khususnya yang mudah ditanami oleh kompor tanam
  • Posisi yang permanen menjadikan kompor tak bisa dipindahkan tempat secara portable
  • Pemasangan kompor untuk ditanamkan pada meja dapur terbilang cukup sulit dan tak sebentar. Biasanya membutuhkan pihak professional untuk pemasangannya.

Kekurangan Kompor Tanam Induksi Sisi terbalik dari kelebihan kompor tanam ada kelemahan kompor tanam. Seperti halnya dengan beberapa poin kekurangan kompor tanam induksi berikut:

  • Rata-rata membutuhkan daya listrik yang besar. Tagihan pun turut sebanding
  • Tungku yang flat sehingga harus menggunakan perabotan masak yang alasnya datar juga
  • Umumnya hanya diperuntukkan pada peralatan masak yang terbuat dari material tertentu
  • Memiliki angka penawaran yang cukup tinggi. Bahkan lebih mahal dari kompos gas tanam biasa.

Terdapat kekurangan dan kelebihan kompor gas tanam yang menjadi bagian dari built in hob. Bagian yang tak dapat dipisahkan meskipun berbanding terbalik. Dimana sisi kelebihan dan kekurangan kompoe tanam yang penting untuk diketahui sebelum dipilih. Alhasil, pilihan kompor gas tanam yang diinginkan tidaklah membuat kecewa di lain hari setelah membeli.

 

Desain dan dekorasi rumah gaya modern minimalis semakin menjadi tren di masa kini. Tidak hanya dekorasi interior ruang tamu atau kamar tidur saja, sekarang ini dapur juga banyak dibuat dengan gaya modern minimalis. Desain modern minimalis pada dapur biasanya memadukan atau menyertakan kompor tanam pada desain kitchen set yang digunakan. Kompor jenis ini semakin populer dan banyak digunakan menggantikan kompor model freestanding cooktop.

Yang dimaksud dengan freestanding cooktop adalah jenis kompor gas atau listrik yang umum digunakan dan diletakkan di atas meja dapur. Kompor gas / listrik konvensional ini biasanya berupa unit tersendiri yang dapat dengan mudah dipasang / dilepas dan dipindahkan.

Sebaliknya, kompor jenis tanam atau built-in-hob adalah kompor gas atau listrik maupun induksi yang dipasang menyatu dengan meja atau kabinet di dapur. Kompor biasanya dipasang tertanam ke dalam kabinet sehingga hanya menyisakan bagian tungku saja di permukaan meja.

Desain yang tertanam pada kompor built-in-hob ini memberikan kesan minimalis dan mewah serta elegan sehingga banyak digemari di masa sekarang.

Jenis – Jenis Kompor Tanam

Kompor tanam atau built-in-hob sama seperti kompor konvensional terdiri dari beberapa macam jenis. Variasi yang paling mendasar yang membedakan kompor adalah dari segi energi atau bahan bakar yang digunakan. Beberapa macam jenisnya yaitu:

  1. Kompor gas tanam
  2. Kompor listrik tanam
  3. Kompor induksi tanam

Kompor gas menggunakan bahan bakar gas LPG untuk menyalakan api. Sedangkan kompor listrik menggunakan aliran listrik untuk memanaskan gulungan besi pada bagian tungku. Kompor induksi menggunakan listrik juga tapi memanfaatkan medan elektromagnetik untuk memanaskan panci atau wajan.

 

Masing masing dari jenis built-in-hob ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Misalnya saja, kompor gas  tidak menyebabkan tagihan listrik lebih tinggi, namun lebih berbahaya dan lebih tinggi potensi terjadi kebakaran karena selang tidak terpasang dengan benar, atau terjadi kebocoran gas.

Sebaliknya kompor listrik aman karena tidak menimbulkan percikan api dan tidak ada kebocoran gas. Namun tagihan listrik akan naik tergantung seberapa sering dan lama Anda menggunakan kompor tersebut. Saat mati listrik pun menyebabkan kompor tidak dapat digunakan untuk memasak.

Sama halnya dengan kompor induksi. Namun untuk kompor induksi, Anda masih harus berinvestasi untuk peralatan masak seperti panci atau wajan yang sesuai. Karena tidak semua wajan atau panci dapat digunakan pada kompor induksi yang memanfaatkan medan elektromagnetik.

Butuh Pembuatan SNI Hob Element  Hubungi Kami LSPro IGS – Lembaga sertifikasi produk terbaik

Kelebihan dan Kekurangan dari Kompor Tanam

Menggunakan kompor built-in-hob memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri dibandingkan dengan kompor konvensional. Hal ini perlu dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi memasang kompor jenis tanam.

Kelebihan dari kompor jenis tanam antara lain:

  1. Memberikan tampilan minimalis, elegan dan mewah
  2. Area dapur lebih rapi karena kompor tertanam
  3. Ukuran kompor lebih kecil
  4. Lebih aman saat digunakan. Kompor tidak tersenggol, pipa tersembunyi dalam kabinet
  5. Dilengkapi fitur modern

Kekurangan dari kompor jenis tanam antara lain:

  1. Desain menyatu, tidak dapat dipindahkan
  2. Harga lebih mahal dibandingkan dengan kompor konvensional
  3. Pemasangan lebih sulit dan membutuhkan teknisi khusus
  4. Untuk pemasangan perlu melubangi meja kabinet dapur untuk menanam kompor

Setelah mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangan dari kompor built-in-hob, ada baiknya Anda juga mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari kompor konvensional. Ini memungkinkan Anda untuk merencanakan kompor jenis apa yang cocok untuk digunakan dan bagaimana mendesain dapur Anda ke depannya.

Kelebihan dari kompor konvensional / cooktop:

  1. Mudah dipasang
  2. Portable dapat dipindahkan dengan mudah
  3. Harga relatif lebih murah dibandingkan dengan kompor jenis tanam
  4. Tidak perlu melubangi meja. Kompor cukup diletakkan di atas meja saja
  5. Dapat dengan mudah diganti saat rusak

Kekurangan dari kompor konvensional:

  1. Ukuran kompor biasanya lebih besar
  2. Memakan tempat / area dari meja dapur
  3. Lebih berbahaya karena kompor dapat tersenggol

Sumber : https://memperoleh.com/apa-maksud-built-in-hob-pada-kompor-tanam

Bingung, Bagaimana  Mengurus SNI ?

 

Biaya SNI berapa ? Murah gak ya ?

 

Apakah Produk saya sudah Wajib SNI  ?

 

Anda Seorang Importir yang ingin mengurus SNI ?

 

Anda Seorang Pengusaha yang ingin mengurus SNI ?

 

Ingin Jasa SNI yang professional ?

 

Ingin Jasa SNI yang terbaik ?

 

Yuk Hubungi Team LSPro IGS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat