{"id":2431,"date":"2026-06-05T09:02:17","date_gmt":"2026-06-05T02:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/?p=2431"},"modified":"2026-06-05T09:46:09","modified_gmt":"2026-06-05T02:46:09","slug":"riwayat-sni-tekstil-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/","title":{"rendered":"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib","gt_translate_keys":[{"key":"rendered","format":"text"}]},"content":{"rendered":"<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menopang ekonomi nasional sekaligus menyentuh kebutuhan dasar setiap orang, mulai dari pakaian bayi hingga seprai rumah sakit. Karena itu, pemerintah terus memperketat jaminan mutunya melalui Standar Nasional Indonesia. Memahami <strong>riwayat SNI tekstil<\/strong> membantu produsen, importir, dan konsumen membaca arah regulasi yang kini bergerak cepat dari penerapan sukarela menuju kewajiban. Artikel ini menelusuri perjalanan tersebut secara runtut, dari akar sejarah standardisasi hingga gelombang regulasi terbaru.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Mengenal SNI dan Posisinya di Sektor Tekstil<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan satu-satunya standar yang berlaku secara nasional. Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan SNI setelah Komite Teknis merumuskannya bersama perwakilan produsen, konsumen, akademisi, dan pemerintah. Pada sektor tekstil, SNI mengatur berbagai aspek mutu dan keselamatan, mulai dari kekuatan serat, ketahanan warna, ukuran, hingga kandungan bahan kimia berbahaya seperti zat warna azo karsinogen dan formaldehida.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">SNI menjamin produk memenuhi persyaratan keamanan, keselamatan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan hidup (K3L). Inilah alasan utama pemerintah perlahan mengangkat sebagian SNI tekstil dari status sukarela menjadi wajib.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Akar Sejarah Standardisasi di Indonesia<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Perjalanan SNI tekstil tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang standardisasi nasional. Indonesia mulai membentuk lembaga standardisasi sejak 1928, yang awalnya berfokus pada standar bahan bangunan, alat transportasi, dan instalasi listrik. Pada 1951, pemerintah mendirikan Yayasan Dana Normalisasi Indonesia (YDNI) yang kemudian mewakili Indonesia di organisasi internasional seperti IEC dan ISO.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Pemerintah lalu menetapkan beberapa tonggak penting: menerbitkan UU No. 10 Tahun 1961 (Undang-Undang Barang), menjadikan pengembangan sistem standardisasi sebagai program prioritas pada 1973, dan membentuk Dewan Standardisasi Nasional (DSN) pada 1984. Melalui DSN inilah sistem standardisasi nasional yang kita kenal sebagai SNI mulai lahir dan berkembang.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Lahirnya BSN dan Penguatan Lewat UU 20\/2014<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Pemerintah membubarkan DSN pada 26 Maret 1997 dan membentuk <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/bsn.go.id\">Badan Standardisasi Nasional (BSN)<\/a> sebagai penggantinya berdasarkan Keputusan Presiden No. 13 Tahun 1997. Langkah ini menyatukan koordinasi standardisasi yang sebelumnya tersebar di banyak kementerian. Pemerintah memperkuat fondasinya melalui Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Tonggak terbesar muncul ketika pemerintah mengesahkan <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/www.bsn.go.id\/main\/berita\/berita_det\/5528\">Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian<\/a> pada 17 September 2014. Undang-undang ini memperkuat peran BSN dan menegaskan tujuan standardisasi: meningkatkan jaminan mutu, daya saing nasional, serta perlindungan konsumen dan lingkungan. UU inilah yang menjadi payung hukum bagi seluruh penerapan SNI, termasuk di sektor tekstil.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Prinsip Sukarela: Titik Awal SNI Tekstil<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Pada dasarnya, SNI bersifat sukarela (<em>voluntary<\/em>). Pemerintah merancang SNI sebagai referensi pasar agar produsen meningkatkan mutu secara mandiri. Selama bertahun-tahun, sebagian besar SNI tekstil \u2014 seperti standar untuk kain tenun, handuk, kaus kaki, seprai, hingga pakaian jadi \u2014 berlaku secara sukarela.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Produsen yang ingin membuktikan kualitas produknya mengajukan sertifikasi secara mandiri dan menguji produknya di laboratorium terakreditasi. Pendekatan ini memberi keleluasaan bagi industri, tetapi juga menyimpan kelemahan: konsumen sulit membedakan produk bermutu dari produk asal murah, sementara pengawasan pasar tetap longgar.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Transisi ke Wajib: Pakaian Bayi Menjadi Pelopor<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">UU 20\/2014 (Pasal 24) dan PP No. 34 Tahun 2018 (Pasal 25) memberi pemerintah wewenang untuk memberlakukan SNI tertentu secara wajib melalui regulasi teknis. Pemerintah menggunakan kewenangan ini ketika sebuah produk menyangkut keselamatan, kesehatan, keamanan negara, atau pelestarian lingkungan. Begitu sebuah SNI berstatus wajib, produk yang tidak memenuhinya menjadi terlarang untuk diedarkan.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Di sektor tekstil, pemerintah pertama kali menerapkan SNI wajib pada <strong>pakaian bayi<\/strong>. Kementerian Perindustrian menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 7\/M-IND\/PER\/2\/2014 dan perubahannya No. 97\/M-IND\/PER\/11\/2015. Regulasi ini mewajibkan kain untuk pakaian bayi memenuhi SNI 7617, yang melarang kandungan zat warna azo karsinogen serta membatasi kadar formaldehida dan logam terekstraksi. Pemerintah memilih pakaian bayi sebagai pelopor karena kulit bayi sangat sensitif dan rentan terhadap iritasi.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Sejak saat itu, lembaga sertifikasi produk (LSPro) memegang peran kunci dalam memverifikasi pemenuhan standar tersebut. Anda dapat mempelajari lebih jauh persyaratan dan proses <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/sni-pakaian-bayi\/\">sertifikasi SNI pakaian bayi<\/a> yang mengacu pada SNI wajib ini.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Gelombang Baru: 16 Permenperin dan Dorongan SNI Pakaian Jadi<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Selama hampir satu dekade, SNI tekstil yang berstatus wajib praktis hanya pakaian bayi. Industri mencatat puluhan SNI tekstil lain yang masih bersifat sukarela. Situasi ini mulai berubah pada Oktober 2024, saat Kementerian Perindustrian meluncurkan 16 Peraturan Menteri Perindustrian tentang pemberlakuan standardisasi industri secara wajib. Hingga periode tersebut, Kemenperin telah memberlakukan sekitar 130 SNI secara wajib pada produk-produk berdampak besar terhadap K3L. Pemerintah menegaskan kebijakan ini bertujuan menekan banjir barang impor ilegal sekaligus melindungi konsumen.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Tekanan untuk memperluas cakupan SNI wajib tekstil terus menguat. Sepanjang 2025, berbagai pihak \u2014 termasuk asosiasi konsumen dan anggota DPR \u2014 mendorong pemerintah agar mewajibkan SNI untuk seluruh produk kain dan pakaian jadi, bukan lagi sekadar sukarela. Mereka menilai langkah ini akan membentengi konsumen dari produk bermutu rendah dan melindungi industri lokal dari serbuan pakaian bekas ilegal. Pemerintah pun mengatur produksi pakaian jadi sebagai kegiatan usaha berisiko menengah tinggi melalui PP No. 28 Tahun 2025, sehingga pelaku usaha wajib mengantongi Sertifikat Standar.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Arah kebijakan ini menunjukkan satu hal jelas: <strong>SNI tekstil<\/strong> bergerak konsisten dari sukarela menuju wajib, dan cakupannya akan terus meluas.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Dampak bagi Industri dan Konsumen<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Pergeseran ke SNI wajib membawa konsekuensi nyata. Bagi produsen dan importir, kewajiban ini menuntut sertifikasi produk, pendaftaran melalui sistem resmi seperti SIINas dan OSS, serta pengujian rutin di laboratorium terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Bagi konsumen, kebijakan ini menjanjikan produk yang lebih aman dan terukur mutunya.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Industri yang menyiapkan diri lebih awal akan lebih mudah beradaptasi. Produsen sebaiknya memetakan produknya, memastikan bahan baku bebas zat berbahaya, dan menjalin kerja sama dengan lembaga uji sejak dini. Anda dapat menelusuri ruang lingkup <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/bbt.kemenperin.go.id\/layanan\/standardisasi\">standardisasi tekstil<\/a> di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Tekstil untuk memahami daftar produk yang tercakup.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Peran Lembaga Sertifikasi dalam Memenuhi SNI Tekstil<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Setiap pemberlakuan SNI wajib selalu menuntut bukti kesesuaian, dan bukti itu lahir dari pengujian laboratorium yang akurat sekaligus sertifikasi yang sah. Laboratorium terakreditasi menguji parameter kritis seperti kandungan zat warna azo, kadar formaldehida, logam terekstraksi, kekuatan tarik, hingga ketahanan luntur warna. Setelah produk lolos uji, lembaga sertifikasi produk menerbitkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) sebagai bukti resmi kepatuhan. Tanpa sertifikat ini, produsen tidak dapat mencantumkan tanda SNI maupun mengedarkan produknya secara legal.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Di sinilah peran mitra sertifikasi menjadi sangat menentukan. <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/lsigs.com\/index.php\">LSPro IGS<\/a> hadir sebagai lembaga sertifikasi produk yang terakreditasi KAN dan mendukung industri memenuhi persyaratan SNI tekstil. LSPro IGS mendampingi proses <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/sni-pakaian-bayi\/\">sertifikasi SNI pakaian bayi<\/a> hingga sertifikasi produk tekstil lainnya, serta menjelaskan langkah praktisnya melalui panduan <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/cara-mengurus-sni-pakaian-bayi\/\">cara mengurus SNI<\/a>. Produsen maupun importir yang ingin memastikan produknya lolos sertifikasi dapat memanfaatkan <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/jasa-pengurusan-sni\/\">jasa pengurusan SNI<\/a> sejak tahap pengembangan, dengan pengujian yang dilakukan di laboratorium terakreditasi mitra IGS.<\/p>\n<h3 class=\"text-text-100 mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\">Penutup<\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Riwayat SNI tekstil di Indonesia memperlihatkan perjalanan yang logis dan terarah. Pemerintah memulainya dari fondasi standardisasi pada 1928, memperkuatnya melalui pembentukan BSN dan UU 20\/2014, lalu menerapkan SNI secara sukarela sebagai referensi mutu. Pakaian bayi membuka babak SNI wajib pada 2014\u20132015, dan gelombang regulasi 2024\u20132025 memperluas cakupannya ke semakin banyak produk tekstil.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]\">Bagi pelaku industri, pesannya sederhana: mempersiapkan kepatuhan sejak dini jauh lebih bijak daripada terburu-buru saat regulasi mewajibkannya. Mulailah dengan memahami standar yang berlaku untuk produk Anda, lalu pastikan setiap parameter teruji di laboratorium terakreditasi. Dengan begitu, Anda tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk Anda.<\/p>\n","protected":false,"gt_translate_keys":[{"key":"rendered","format":"html"}]},"excerpt":{"rendered":"<p>Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menopang ekonomi nasional sekaligus menyentuh kebutuhan dasar setiap orang,&#8230;<\/p>\n","protected":false,"gt_translate_keys":[{"key":"rendered","format":"html"}]},"author":1,"featured_media":2432,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1045,3674,3672,3673,70,1469],"class_list":["post-2431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-sni","tag-pakaian-bayi","tag-riwayat-sni-tekstil-indonesia","tag-sejarah-sni","tag-sejarah-sni-tekstil","tag-sni-pakaian-bayi","tag-sni-tekstil"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib | LSPro IGS<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Riwayat SNI tekstil di Indonesia, mulai dari sukarela hingga jadi wajib. Simak perjalanan regulasi, dampak bagi industri, &amp; kewajiban ujinya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib | LSPro IGS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Riwayat SNI tekstil di Indonesia, mulai dari sukarela hingga jadi wajib. Simak perjalanan regulasi, dampak bagi industri, &amp; kewajiban ujinya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LSPro IGS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/LsProIGS.1\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-05T02:02:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-05T02:46:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1212\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"636\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@LsproI\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@LsproI\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b453e0766e978a36ee4cf5b691497bc2\"},\"headline\":\"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib\",\"datePublished\":\"2026-06-05T02:02:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-05T02:46:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":1131,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png\",\"keywords\":[\"pakaian bayi\",\"Riwayat SNI Tekstil Indonesia\",\"Sejarah SNI\",\"Sejarah SNI Tekstil\",\"sni pakaian bayi\",\"sni tekstil\"],\"articleSection\":[\"ARTIKEL SNI\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/\",\"name\":\"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib | LSPro IGS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png\",\"datePublished\":\"2026-06-05T02:02:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-05T02:46:09+00:00\",\"description\":\"Riwayat SNI tekstil di Indonesia, mulai dari sukarela hingga jadi wajib. Simak perjalanan regulasi, dampak bagi industri, & kewajiban ujinya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png\",\"width\":1212,\"height\":636,\"caption\":\"Ilustrasi timeline riwayat SNI tekstil di Indonesia dari sukarela hingga wajib\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/\",\"name\":\"LsPro IGS\",\"description\":\"Integrity First, Excellence Always\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#organization\",\"name\":\"PT. Integrita Global Sertifikat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/03\\\/logo-IGS-Facebook.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/03\\\/logo-IGS-Facebook.png\",\"width\":513,\"height\":237,\"caption\":\"PT. Integrita Global Sertifikat\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/LsProIGS.1\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/LsproI\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/lsproigs\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/feed\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC2ZSvpNtqzDxC_OX2Sog_NA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b453e0766e978a36ee4cf5b691497bc2\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4417aabb7c227b54d2fcfef63a44365c2147fb87efff5454ba896c5887be0211?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4417aabb7c227b54d2fcfef63a44365c2147fb87efff5454ba896c5887be0211?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4417aabb7c227b54d2fcfef63a44365c2147fb87efff5454ba896c5887be0211?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/lsigs.com\\\/artikel\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib | LSPro IGS","description":"Riwayat SNI tekstil di Indonesia, mulai dari sukarela hingga jadi wajib. Simak perjalanan regulasi, dampak bagi industri, & kewajiban ujinya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib | LSPro IGS","og_description":"Riwayat SNI tekstil di Indonesia, mulai dari sukarela hingga jadi wajib. Simak perjalanan regulasi, dampak bagi industri, & kewajiban ujinya","og_url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/","og_site_name":"LSPro IGS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/LsProIGS.1\/","article_published_time":"2026-06-05T02:02:17+00:00","article_modified_time":"2026-06-05T02:46:09+00:00","og_image":[{"width":1212,"height":636,"url":"http:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@LsproI","twitter_site":"@LsproI","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#\/schema\/person\/b453e0766e978a36ee4cf5b691497bc2"},"headline":"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib","datePublished":"2026-06-05T02:02:17+00:00","dateModified":"2026-06-05T02:46:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/"},"wordCount":1131,"publisher":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png","keywords":["pakaian bayi","Riwayat SNI Tekstil Indonesia","Sejarah SNI","Sejarah SNI Tekstil","sni pakaian bayi","sni tekstil"],"articleSection":["ARTIKEL SNI"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/","url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/","name":"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib | LSPro IGS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png","datePublished":"2026-06-05T02:02:17+00:00","dateModified":"2026-06-05T02:46:09+00:00","description":"Riwayat SNI tekstil di Indonesia, mulai dari sukarela hingga jadi wajib. Simak perjalanan regulasi, dampak bagi industri, & kewajiban ujinya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png","contentUrl":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Riwayat-SNI-Tekstil-Indonesia.png","width":1212,"height":636,"caption":"Ilustrasi timeline riwayat SNI tekstil di Indonesia dari sukarela hingga wajib"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/riwayat-sni-tekstil-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Riwayat SNI Tekstil di Indonesia: dari Sukarela ke Wajib"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#website","url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/","name":"LsPro IGS","description":"Integrity First, Excellence Always","publisher":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#organization","name":"PT. Integrita Global Sertifikat","url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/logo-IGS-Facebook.png","contentUrl":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/logo-IGS-Facebook.png","width":513,"height":237,"caption":"PT. Integrita Global Sertifikat"},"image":{"@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/LsProIGS.1\/","https:\/\/x.com\/LsproI","https:\/\/www.instagram.com\/lsproigs\/","https:\/\/www.linkedin.com\/feed\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC2ZSvpNtqzDxC_OX2Sog_NA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/#\/schema\/person\/b453e0766e978a36ee4cf5b691497bc2","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4417aabb7c227b54d2fcfef63a44365c2147fb87efff5454ba896c5887be0211?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4417aabb7c227b54d2fcfef63a44365c2147fb87efff5454ba896c5887be0211?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4417aabb7c227b54d2fcfef63a44365c2147fb87efff5454ba896c5887be0211?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/author\/admin\/"}]}},"gt_translate_keys":[{"key":"link","format":"url"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2431"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2437,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2431\/revisions\/2437"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lsigs.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}