Update Regulasi 2026: Perubahan Sertifikasi SNI Mainan Anak

Ilustrasi update regulasi 2026 sertifikasi SNI mainan anak bersama LSPro IGS

Industri mainan Indonesia bergerak cepat, dan regulasinya ikut bergerak. Setiap tahun, pemerintah menyesuaikan standar, skema penilaian kesesuaian, serta alur perizinannya. Karena itu, produsen dan importir perlu memeriksa ulang kepatuhan mereka secara berkala.

Artikel ini merangkum poin penting sertifikasi SNI mainan anak 2026. Selain itu, artikel ini memberi Anda checklist praktis untuk memastikan sertifikat Anda tetap valid sepanjang tahun.

Catatan redaksi: Tim LSPro IGS memperbarui halaman ini setiap kali BSN atau Kemenperin merilis ketentuan baru. Terakhir kami perbarui pada Agustus 2026.

Fondasi Regulasi: Aturan yang Masih Menjadi Acuan Utama

Sebelum membahas perubahan, Anda perlu memahami fondasinya terlebih dahulu.

Kementerian Perindustrian memberlakukan SNI mainan secara wajib melalui Permenperin No. 24/M-IND/PER/4/2013. Selanjutnya, pemerintah menyempurnakan aturan tersebut lewat Permenperin No. 55/M-IND/PER/11/2013 dan Permenperin No. 111/M-IND/PER/12/2015.

Regulasi itu mendefinisikan mainan sebagai produk yang ditujukan bagi anak berusia 14 tahun ke bawah. Dengan demikian, cakupannya sangat luas. Boneka, balok susun, mobil-mobilan, ayunan, perosotan, hingga mainan elektrik masuk dalam lingkup wajib SNI.

Sementara itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan standar teknisnya. Anda dapat membaca penjelasan resmi BSN mengenai kewajiban ini pada artikel BSN tentang mainan anak wajib SNI.

Standar yang Wajib Anda Penuhi

Beberapa standar berikut menjadi acuan pengujian mainan:

Standar Aspek yang Diuji
SNI ISO 8124-1 Sifat fisis dan mekanis
SNI ISO 8124-2 Sifat mudah terbakar
SNI ISO 8124-3 Migrasi unsur kimia tertentu
SNI ISO 8124-4 Ayunan, seluncuran, dan mainan aktivitas sejenis
SNI IEC 62115 Keamanan mainan elektrik
SNI 7617:2013 & Amd 1:2014 Zat warna azo, formaldehida, logam terekstraksi
EN 71-5 (parameter tertentu) Kandungan ftalat

Laboratorium terakreditasi KAN menguji seluruh parameter tersebut. Setelah produk lolos, LSPro menerbitkan sertifikat sebagai bukti kesesuaian.

5 Hal yang Berubah dan Perlu Anda Cermati di 2026

1. Pergeseran Edisi SNI ISO 8124

ISO merevisi ISO 8124-1 pada edisi 2022 dan menambahkan Amandemen 1 pada Oktober 2025. Revisi tersebut mempertajam persyaratan bagian kecil, tali, serta proyektil mainan.

Indonesia mengadopsi standar ISO secara bertahap. Oleh karena itu, Anda harus mengecek edisi SNI mana yang berlaku pada skema sertifikasi Anda saat ini. Jangan berasumsi bahwa laporan uji lama masih relevan.

Sebagai langkah aman, mintalah konfirmasi edisi standar kepada LSPro Anda sebelum memulai pengujian ulang.

2. Digitalisasi Penuh Lewat SIINas dan OSS

Kemenperin memindahkan hampir seluruh proses ke kanal digital. Anda mengajukan permohonan, melacak progres, dan menerima persetujuan penggunaan tanda SNI melalui SIINas.

Selain itu, pelaku usaha wajib mendaftarkan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) melalui sistem OSS. Sementara itu, registrasi tanda SNI untuk skema sukarela berjalan lewat platform Bangbeni milik BSN.

Konsekuensinya jelas. Data perusahaan di SIINas dan OSS harus sinkron. Jika data Anda berbeda, proses sertifikasi tertahan sejak tahap awal.

3. Skema Sertifikasi Tipe 1b dan Tipe 5

Skema sertifikasi menentukan beban biaya dan waktu Anda.

Tipe 1b berlaku untuk pengujian per lot atau per pengiriman. Importir umumnya memakai skema ini. Tipe 5 menggabungkan pengujian produk dengan audit sistem manajemen mutu pabrik. Produsen dalam negeri biasanya menempuh jalur ini.

Pastikan Anda memilih skema yang tepat sejak awal. Kesalahan pemilihan skema memaksa Anda mengulang seluruh rangkaian proses.

4. Pengawasan Pasar yang Makin Agresif

Petugas pengawas kini merambah kanal daring, bukan hanya toko fisik. Marketplace besar juga menerapkan verifikasi dokumen SNI bagi penjual kategori mainan.

Kami pernah membahas kasus nyata penjualan mainan impor tanpa label SNI dalam artikel kasus toko mainan tanpa label SNI. Kasus itu menunjukkan risiko nyata bagi peritel.

Sanksinya pun beragam. Pemerintah dapat menarik produk dari peredaran, membekukan izin, hingga menjatuhkan sanksi administratif lainnya.

5. Ketentuan Label dan Ketertelusuran Produk

Anda wajib membubuhkan tanda SNI secara permanen dan terbaca. Selain itu, kemasan harus memuat informasi peringatan usia serta identitas produsen atau importir.

Auditor kini menelusuri konsistensi antara label, laporan uji, dan dokumen sertifikat. Karena itu, rapikan sistem ketertelusuran batch produksi Anda sejak sekarang.

Checklist Kepatuhan SNI Mainan 2026

Gunakan daftar berikut sebagai audit mandiri:

  1. Verifikasi HS Code produk Anda. Cek lingkup wajib SNI pada daftar SNI wajib BSN.
  2. Konfirmasi edisi standar yang berlaku untuk setiap tipe mainan.
  3. Periksa masa berlaku sertifikat dan jadwalkan surveilans tepat waktu.
  4. Sinkronkan data SIINas, OSS, dan NPB.
  5. Siapkan dokumen pertimbangan teknis sesuai panduan layanan Pertek SNI Wajib Mainan Anak Kemenperin.
  6. Audit label dan kemasan pada setiap batch.
  7. Dokumentasikan pemasok bahan baku, terutama pemasok cat, plastik, dan tekstil.

Anda dapat memperdalam dasar hukum penerapannya melalui petunjuk teknis pemberlakuan SNI wajib mainan anak dari BSN.

Bagaimana Importir Menyiapkan Diri?

Importir menghadapi tantangan berbeda dari produsen lokal. Pertama, Anda harus memastikan pabrik asal mampu memenuhi parameter SNI, bukan hanya standar negara asal. Kedua, Anda perlu menyiapkan sampel uji sebelum barang berangkat.

Ketiga, Anda sebaiknya menghitung waktu pengujian sebagai bagian dari lead time. Banyak importir mengalami penumpukan di pelabuhan karena mengabaikan tahap ini.

Kami membahas pertimbangan tersebut lebih lengkap dalam artikel mengapa sertifikasi SNI penting untuk pabrik dan importir mainan.

Mengapa Memilih LSPro IGS?

LSPro PT Integrita Global Sertifikat (IGS) mendampingi pelaku industri mainan sejak tahap konsultasi awal. Tim kami memantau perkembangan regulasi Kemenperin dan BSN secara aktif. Dengan begitu, klien kami tidak tertinggal ketika aturan berubah.

Kami juga bekerja sama dengan laboratorium uji terakreditasi KAN. Selain itu, kami menjaga komunikasi yang baik dengan instansi terkait sehingga proses berjalan transparan.

Pelajari cakupan layanan kami pada halaman jasa pengurusan SNI dan sertifikasi SNI mainan LSPro IGS.

Pertanyaan yang Sering Muncul

  • Apakah mainan edukatif buatan UMKM juga wajib SNI? Ya. Regulasi menilai fungsi produk, bukan skala usaha produsennya.
  • Berapa lama proses sertifikasi berlangsung? Durasinya bergantung pada skema, kesiapan dokumen, dan antrean laboratorium. Persiapan dokumen yang rapi mempercepat prosesnya secara signifikan.
  • Apakah sertifikat berlaku selamanya? Tidak. Anda tetap menjalani surveilans berkala. LSPro dapat membekukan sertifikat jika Anda melewatkan kewajiban tersebut.
  • Bagaimana jika saya mengubah desain produk? Laporkan perubahan tersebut kepada LSPro. Perubahan material atau konstruksi sering kali memicu kebutuhan pengujian ulang.
  • Kesimpulan

Regulasi SNI mainan anak terus bergerak menuju standar yang lebih ketat dan proses yang lebih digital. Sepanjang 2026, tiga hal menuntut perhatian Anda: edisi standar, alur SIINas–OSS, serta ketertelusuran label.

Jangan menunggu petugas pengawas datang. Sebaliknya, lakukan audit mandiri sekarang.

Butuh kepastian status kepatuhan produk Anda? Hubungi tim LSPro IGS dan konsultasikan kebutuhan sertifikasi mainan Anda hari ini.

WhatsApp chat